Mahasiswa STT Nurul Fikri Tembus Peringkat 9 Dunia pada Kompetisi Cybersecurity Internasional C2C-CTF 2026

Mahasiswa STT Nurul Fikri Tembus Peringkat 9 Dunia pada Kompetisi Cybersecurity Internasional C2C-CTF 2026

- Santoso Slamet の投稿

Depok, 27 Juni 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Fikri. Aria Fatah Anom, mahasiswa Program Studi Teknik ...

詳細...

Depok, 27 Juni 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Fikri. Aria Fatah Anom, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih peringkat ke-9 dunia pada babak kualifikasi Country-to-Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026, sehingga resmi lolos ke Babak Final Top 100 Dunia.

Keberhasilan tersebut menjadikan Aria sebagai salah satu dari 100 mahasiswa terbaik dunia yang akan bertanding pada Grand Final C2C-CTF 2026 yang akan diselenggarakan di Bali, Indonesia, pada 10–14 Agustus 2026. Kompetisi ini merupakan edisi ke-7 penyelenggaraan C2C-CTF yang berada di bawah naungan International Cyber Security – Center of Excellence (INCS-CoE) dan pada tahun ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia.  

C2C-CTF merupakan salah satu ajang kompetisi keamanan siber internasional paling bergengsi yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai negara untuk memecahkan tantangan keamanan siber (Capture The Flag/CTF) sekaligus membangun kolaborasi global di bidang cybersecurity. Kompetisi ini dipelopori oleh universitas-universitas kelas dunia, di antaranya UMBC, Northeastern University, Imperial College London, Royal Holloway University of London, Keio University, dan Kyushu University melalui kolaborasi dalam INCS-CoE.  

Pada penyelenggaraan tahun 2026, babak kualifikasi diikuti oleh ratusan mahasiswa dari puluhan negara. Dari proses seleksi yang sangat kompetitif tersebut, hanya 100 peserta dengan skor tertinggi yang berhasil melaju ke babak final. Para finalis berasal dari universitas-universitas ternama di 15 negara, di antaranya University of Cambridge, George Mason University, Royal Holloway University of London, University of Melbourne, Keio University, hingga Universitas Indonesia.  

Keberhasilan Aria Fatah Anom menempati peringkat ke-9 dunia menjadi pencapaian yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi STT Nurul Fikri, tetapi juga bagi Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan talenta-talenta terbaik dunia pada bidang yang menjadi fondasi penting transformasi digital global, yaitu keamanan siber.

Rudi Lumanto, Pakar Keamanan Siber Indonesia dan juga Ketua Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.

“Prestasi Aria merupakan bukti bahwa dengan semangat belajar, ketekunan, dan pembinaan yang tepat, mahasiswa Indonesia mampu tampil sejajar dengan talenta-talenta terbaik dunia. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, berinovasi, dan membawa nama Indonesia di panggung internasional.”

Babak Final C2C-CTF 2026 nantinya akan mempertemukan para finalis dalam tim-tim internasional untuk menyelesaikan berbagai tantangan keamanan siber yang mensimulasikan permasalahan dunia nyata. Selain kompetisi teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi akademik lintas negara serta memperkuat jejaring talenta cybersecurity dunia.  

Seluruh sivitas akademika STT Nurul Fikri menyampaikan ucapan selamat kepada Aria Fatah Anom atas pencapaian luar biasa ini, serta mendoakan agar dapat memberikan performa terbaik pada babak final dan kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Final Top 100 Peserta